SISWA KELAS 2 SDN 3 GUMIWANG LOR RIANG BERMATEMATIKA DENGAN X-BALL
Usia peserta didik di sekolah dasar
berada pada tahap operasional konkret (usia 7-11 Tahun) dimana pada tahap ini
anak berpikir secara operasional berdasarkan manipulasi fisik dari objek-objek
konkret. Siswa sekolah dasar masih sulit memahami konsep abstrak karena
pengetahuan yang didapat dilakukan melalui peristiwa-peristiwa yang langsung
dialami oleh anak. Kegiatan pembelajaran pada
materi matematika di sekolah dasar lebih didominasi oleh guru, di dalam kelas guru
lebih sering memberikan materi pelajaran dengan menggunakan pendekatan
konvensional yakni pendekatan pembelajaran yang lebih berorientasi pada guru (teacher centered approaches). Sedangkan
dalam penyampaian materi matematika yang bersifat abstrak, siswa sekolah dasar
akan mengalami kesulitan dalam memahaminya. mereka perlu diarahkan untuk
menemukan konsep-konsep abstrak melalui pengalaman-pengalaman langsung yang
mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam proses belajar sebaiknya
peserta didik diberi kesempatan memanipulasi benda-benda atau alat peraga yang
dirancang secara nyata dan dapat diotak-atik oleh siswa dalam memahami suatu
konsep matematika. Peserta didik pada tahap usia konkret akan lebih mudah mengingat
suatu benda yang dilihat dan dipegang sehingga membekas dalam memori mereka.
Untuk menanamkan konsep bahwa
perkalian adalah penjumlahan yang berulang, dapat menggunakan benda-benda yang
konkret dan menggunakan strategi pembelajaran yang menyenangkan. Berdasarkan
hal tersebut Sekolah Dasar Negeri 3
Gumiwang Lor melakukan suatu bentuk inovasi pembelajaran yang berjudul X-ball.
Strategi pembelajaran ini merupakan perpaduan mupel matematika dan
pendidikan jasmani dalam tematik terpadu. Dengan strategi pembelajaran X-ball
diharapkan peserta didik dapat dengan mudah memahami konsep perkalian serta
melatih peserta didik dalam melakukan berbagai variasi gerak dasar manipulatif.
Selain memahami konsep
perkalian peserta didik juga dilatih untuk melakukan salah satu gerakan
manipulatif yaitu dengan melempar bola. Langkah-langkah strategi pembelajaran
X-ball yaitu:
1. Bentuklah
kelas menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 anak
atau menyesuaikan jumlah anak.
2. Setiap
pemain mengambil kartu soal, melempar
bola, dan menghitung jumlah bola yang
masuk ke keranjang. Peran anak dilakukan secara bergantian.
3. 1
Anak mengambil kartu soal dan lembar jawaban lalu mendiskusikan dengan
kelompoknya. 1 anak membagi bola menjadi dua kelompok masing-masing berisi tiga
buah bola lalu bola dilempar ke dalam satu keranjang. Jarak melempar
disesuaikan kemampuan anak. 1 anak menghitung jumlah bola dalam keranjang untuk
mencari jawaban
4. Pada
saat melempar bola anak harus konsentrasi supaya bola masuk ke dalam keranjang
kegiatan ini melatih anak dalam salah satu gerakan manipulatif melempar bola.
5. Jika
anak gagal memasukkan bola sebanyak 5 kali lemparan maka skor dikurangi 10.
6. Soal
berjumlah 10 butir, skor setiap soal 10, jumlah total nilai 10 X 10 = 100.
Komentar
Posting Komentar